Select Menu

Prediksi Bola

Diberdayakan oleh Blogger.

Liga Inggris

Liga Spanyol

PASARAN TARUHAN BOLA

Liga Italia

Liga Jerman

Liga Prancis

Sepakbola Indonesia



NAPLES – Pelatih Napoli, Maurizio Sarri, enggan membicarakan peluang timnya meraih scudetto musim 2015-2016. Sarri mengungkapkan, Napoli fokus sepenuhnya pada laga-laga yang akan dihadapi.

Napoli saat ini bertengger di peringkat tiga, tertinggal satu poin dari pemuncak klasemen sementara, Inter Milan. Jika melihat posisi saat ini, tak heran banyak yang menilai Partenopei mempunyai peluang besar untuk menjadi juara di akhir musim.

Meski demikian, Sarri memiliki pemikiran yang berbeda. Menurut pelatih 56 tahun itu, Napoli tidak ingin jemawa dengan hasil yang sudah diraih sejauh ini, menyorot hasil kurang memuaskan yang didapat musim lalu.

“Saya terus berkata bahwa ini (pembicaraan tentang scudetto) karena musim lalu Napoli finis 24 poin di belakang Juve,” tutur Sarri, sebagaimana dimuat La Gazetta dello Sport, Kamis (24/12/2015).

“Ini akan menjadi suatu kesombongan jika membandingkan jarak poin kami di paruh pertama musim,” sambung pelatih berkebangsaan Italia itu.

Serie A saat ini sedang memasuki jeda paruh musim. Pertandingan pertama di paruh kedua musim, Gonzalo Higuain dan kawan-kawan akan berhadapan dengan Torino pada Kamis 7 Januari 2016 dini hari WIB.
-


TORINO - Performa apik terus ditunjukkan Juventus. Sempat terseok di awal musim, sang juara bertahan bangkit dan sukses menempati posisi 4 Serie A.

Juve kini mengumpulkan 33 poin dari 17 pertandingan, atau terpaut 3 poin dari Inter Milan yang menghuni posisi puncak. Meskipun demikian, Direktur Umum Bianconeri, Giuseppe Marotta tetap menganggap La Beneamata sebagai tim yang paling berbahaya.

"Tim yang paling berbahaya? Inter punya kualitas hebat. Mereka tim yang berpengalaman dengan pelatih yang sangat bagus. Dia telah mengumpulkan pemain yang punya kualitas hebat dan semangat kompetitif yang tinggi," ujar Marotta seperti dilansir Football Italia.

Inter baru saja mengalami kekalahan 1-2 dari Lazio. Namun, tim besutan Roberto Mancini masih menempati posisi puncak dengan raihan 36 poin.

"Mereka adalah tim yang memang sepantasnya ada di atas, tim yang tidak memperhatikan estetika dan lebih memerhatikan substansi," ungkap Marotta.

"Dengan jumlah gol yang minim mereka bisa ada di puncak, karena memiliki pertahanan terbaik. Inter adalah tim yang harus dikalahkan," lanjutnya.
-


ITALIA - Meski sempat tertinggal terlebih dahulu di awal pertandingan, Juventus berhasil memperpanjang kemenangan beruntunmereka di Serie A menjadi tujuh pertandingan setelah mengalahkan Carpi dengan skor 3-2 di Stadio Alberto Braglia, Minggu (20/12/2015).

Kemenangan ini membuat Juventus berhasil menembus posisi kedua klasemen Serie A dengan 33 poin, terpaut tiga poin dari Inter Milan di puncak. Namun, posisi ini masih bisa kembali tergusur jika Fiorentina dan Napoli berhasil memenangi pertandingan mereka pada pekan ke-17.

Tampil dengan kekuatan penuh, Juventus tampil sangat dominan. Mereka menguasai lebih banyak pada babak pertama dengan 72 persen persen berbanding 28 persen.

Meski Juventus tampil begitu dominan, Carpi mampu mencetak gol lebih dulu. Tim tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-15 lewat aksi individual Marco Borriello.

Keunggulan Capri tak bertahan lama. Hanya tiga menit berselang, Si Nyonya Tua mampu mencetak gol balasan via tendangan bebas Mario Mandzukic.

Mandzukic kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membalikkan keadaan pada menit ke-41. Striker asal Kroasia itu kembali menaklukkan kiper Vid Belec usai memanfaatkan umpan Patrice Evra.

Gol Mandzukic menjadi yang terakhir pada babak pertama. Juventus turun minum dengan mengantongi keunggulan 2-1.

Pada babak kedua, Juventus kembali tampil lebih mendominasi meski tidak seperkasa di 45 menit pertama. Total Bianconeri menguasai 67 persen bola dan menciptakan banyak tendangan ke gawang.

Namun, Juventus hanya mampu menambah satu gol tambahan pada menit ke-50 melalui Paul Pogba. Gelandang berusia 22 tahun itu sukses memperlebar jarak antara kedua tim setelah memanfaatkan umpan Claudio Marchisio.

Jelang pertandingan berakhir, konsenterasi para pemain Juventus sudah semakin menurun akibat kelelahan. Carpi pun berhasil memanfaatkannya kondisi tersebut untuk memperkecil kedudukan.

Pada menit ke-90+2, Carpi berhasil mencetak gol setelah Lorenzo Bonucci melakukan gol bunuh diri. Bonucci yang berusaha menyapu bola umpan Luca Marrone justru berbelok mengarah ke gawang Gianluigi Buffon.

Tidak lama berselang, Carpi hampir saja berhasil menyamakan kedudukan. Umpan silang Jerry Mbakogu gagal dimanfaatkan dengan sempurna oleh Lorenzo Lollo di depan gawang Juve yang membuat skor 3-2 untuk Bianconeri bertahan hingga akhir laga. (Verdi Hendrawan)

Carpi 1 (Boriello 15') Juventus 3 (Mandzukic 18', 41', Pogba 50')

Susunan Pemain
Carpi: 27-Vid Belec, 5-Cristian Zaccardo, 21-Simone Romagnoli, 3-Gaetano Letizia, 6-Riccardo Gagliolo, 39-Luca Marrone, 34-Gabriel Silva, 4-Isaac Cofie, 20-Lorenzo Lollo, 11-Antonio Di Gaudio, 12-Marco Borriello
Pelatih: Fabrizio Castori

Juventus: 1-Gianluigi Buffon, 15-Andre Barzagli, 33-Patrice Evra, 19-Leonardo Bonucci, 3-Giorgio Chiellini, 6-Sami Khedira, 8-Claudio Marchisio, 16-Juan Cuadrado, 10-Paul Pogba, 17-Mario Mandzukic, 21-Paulo Dybala
Pelatih: Massimiliano Allegri
-


ITALIA - AC Milan dan Lazio melaju ke perempat final Coppa Italia setelah menyingkirkan Sampdoria dan Udinese pada babak 16 besar, Kamis (17/12/2015) malam atau Jumat dini hari WIB.

Di Stadion Luigi Ferraris, M'Baye Niang kembali menjadi pahlawan AC Milan atas Sampdoria. Dialah yang menjadi penentu kemenangan 2-0 tim tamu berkat golnya pada menit ke-50 dan Carlos Bacca pada masa injury time.

Bagi Niang, inilah untuk kedua kalinya dia menjebol gawang Sampdoria dalam satu bulan terakhir. Pada 28 November lalu, dia juga menjadi bintang AC Milan saat menang 4-1 atas Sampdoria di San Siro dengan membukukan 2 gol.

Di perempat final, Niang dkk akan ditantang oleh Carpi. Rabu (16/12/2015), klub promosi Serie A itu tampil mengejutkan dengan menyisihkan Fiorentina dengan skor 1-0.

Berbeda dengan Milan, langkah Lazio di perempat final akan lebih sulit. Klub yang tengah dalam performa labil itu akan menantang juara bertahan Juventus di perempat final.

Lazio melaju ke perempat final setelah menang 2-1 atas Udinese di Stadion Olimpico. Sempat tertinggal oleh gol Panagiotis Kone (67'), Lazio membalas melalui Alessandro Matri (70') dan Danilo Cataldi (79').

AC Milan dan Lazio menjadi 2 tim terakhir yang lolos ke perempat final Coppa Italia. Mereka melengkapi 6 kontestan yang telah lebih dulu lolos. Para perempat finalis akan bertanding pada Januari mendatang.

Bagan perempat final Coppa Italia:
Lazio vs Juventus
Inter Milan vs Napoli
Spezia vs Alessandria
AC Milan vs Carpi

-


MILAN - Inter Milan gagal mempertahankan tren positif setelah dipaksa menelan pil pahit di depan dukungan mayoritas suporter di Giuseppe Meazza saat menjamu Lazio, Minggu (20/12/2015) atau Senin dini hari WIB. I Nerazzurri mengalami kekalahan 1-2 lewat dua gol Antonio Candreva.

Hasil pekan ke-17 ini membuat posisi Inter kian terancam, meski masih memimpin klasemen sementara dengan raihan 36 poin. Pasukan Roberto Mancini hanya unggul satu poin atas Fiorentina dan Napoli, yang meraih kemenangan.

Juventus dan AS Roma, yang juga mendulang tiga poin, ikut memberikan tekanan. Kini Juventus hanya tertinggal tiga angka dari Inter, sedangkan Roma terpaut empat.

Lazio membuka pertandingan dengan memberikan kejutan berupa torehan gol cepat saat laga baru berusia lima menit. Gol yang dicetak Antonio Candreva memanfaatkan umpan sepak pojok membuka keunggulan tim tamu.

Gol tersebut membuat Inter merespon dengan mendominasi jalannya pertandingan. Tetapi, Lazio tetap sanggup memberikan perlawanan ketat.

Inter baru bisa mendapatkan peluang pada menit ke-23 lewat upaya dari Ivan Perisic. Dua peluang lain diciptakan Stevan Jovetic pada menit ke-37.

Lazio juga mendapat beberapa peluang dari Candreva dan Sergej Milinkovic-Savic. Tetapi, hingga jeda skuat besutan Stefano Pioli tetap unggul 1-0.

Pada babak kedua, meski Inter kembali mendominasi laga, tetapi pertandingan tetap minim peluang. I Nerazzurri akhirnya bisa keluar dari kesulitan dan mencetak gol tepat satu menit setelah satu jam laga bergulir.

Gol tersebut dicetak Mauro Icardi dengan melepaskan tembakan kaki kakan dari dalam kotak penalti memaksimalkan umpan dari Perisic.

Namun Lazio kembali unggul pada menit ke-87. Pelanggaran yang dilakukan Felipe Melo terhadap Savic di dalam kotak penalti memaksa wasit menunjuk titik putih.

Candreva yang maju sebagai eksekutor sempat gagal mencetak gol karena Samir Handanovic bisa mengeblok tendangannya. Tetapi Candreva sangat sigap dan dengan cepat me-rebound bola dari Handanovic untuk membawa Lazio unggul 2-1.

Usai gol tersebut pertandingan berlangsung keras. Wasit harus mengeluarkan dua kartu merah atas pelanggaran keras yang dilakukan bek Inter, Melo, dan pemain Lazio, Savic. Laga pun ditutup dengan skor 2-1 untuk kemenangan Lazio. (Wisnu Nova Wistowo)

Inter Milan 1-1 Lazio (Mauro Icardi 61' - Antonio Candreva 5')

Inter: 1-Samir Handanovic, 12-Alex Telles (8-Rodrigo Palacio 89'), 14-Martin Montoya, 24-Jeison Murillo, 25-Miranda, 10-Stevan Jovetic (22-Adem Llalic 58'), 11-Jonathan Biabiany (77-Marcelo Brozovic 58'), 17-Gary Medel, 44-Ivan Perisic, 83-Felipe Melo, 9-Mauro Icardi.

Pelatih: Roberto Mancini

Lazio: 99-Etrit Berisha, 2-Wesley Hoedt, 26-Stefan Radu, 29-Abdoulay Konko, 33-Mauricio, 16-Marco Parolo, 20-Lucas Biglia, 21-Sergej Milinkovic-Savic, 10-Felipe Anderson (14-Keita Balde Diao 83'), 17-Alessandro Matri (9-Filip Djordjevic 74'), 87-Antonio Candreva.

Pelatih: Stefano Pioli

Wasit: Paolo Mazzoleni
-