Select Menu

Prediksi Bola

Diberdayakan oleh Blogger.

Liga Inggris

Liga Spanyol

PASARAN TARUHAN BOLA

Liga Italia

Liga Jerman

Liga Prancis

Sepakbola Indonesia


INDONESIA - Semen Padang telah memastikan diri lolos ke babak semi-final Piala Jenderal Sudirman (PJS). Itu setelah, mereka menjuarai grup D babak delapan besar dengan poin tujuh dari tiga laga yang telah dijalani.
Bisa dibilang, penampilan tim Kabau Sirah di bawah pelatih Nilmaizar memang berkembang pesat dibandingkan fase penyisihan grup. Di mana pada babak penyisihan grup mereka sempat terseok-seok, bahkan hanya lolos ke babak delapan besar dengan status peringkat ketiga terbaik.
Berbagai evaluasi dan pembenahan dilakukan Nilmaizar untuk babak delapan besar. Hasilnya, PS TNI dan Mitra Kukar yang begitu impresif di babak penyisihan grup berhasil mereka taklukkan. Kedua tim itu berhasil dikalahkan dengan skor identik 2-1.
Sayang, pada laga terakhir melawan Persija Jakarta, Minggu (20/12) malam, Hengki Ardiles dan kawan-kawan yang sempat unggul 2-0 lebih dulu harus puas ditaklukkan lewat babak adu penalti.
Melihat sepak terjang Semen Padang yang impresif di babak delapan besar, Goal Indonesia mencoba mengulik apa saja faktor yang membuat mereka berhasil lolos ke babak semi-final. Berikut ulasannya: 
EKSISTENSI
Semen Padang adalah klub kebanggaan warga Tanah Minang, ikon sepakbola Sumatera Barat, bahkan menjadi denyut nadi bergeraknya sepakbola di daerah itu. Hilangnya Semen Padang dari pentas sepakbola nasional adalah "bencana" bagi publik daerah ini. Beruntung pihak manajemen menyadari hal itu. 
Ada banyak cerita di balik kembalinya Semen Padang ke pentas sepakbola nasional melalui turnamen PJS ini. Tapi intinya, spirit menjaga eksistensi tim adalah fondasi dasar yang membuat publik masih melihat Semen Padang hari ini. 
"Kami tak punya target khusus di turnamen ini, tapi yang paling penting adalah menunjukkan kepada publik, bahwa Semen Padang masih ada," kata Daconi, direktur utama PT Kabau Sirah Semen Padang. 
PERSIAPAN DAN KESERIUSAN
Ketika lampu hijau menyala, dan pihak operator resmi menyatakan Semen Padang sebagai peserta, maka langkah-langkah persiapan langsung digeber. Pemain dipanggil lagi, tim pelatih langsung menyiapkan program latihan. 
Bisa dikatakan, Semen Padang adalah termasuk tim pertama yang menggelar latihan persiapan turnamen ini dan itu dilakukan dengan sangat keras dan serius, walau dihadapkan pada kendala keterbatasan pemain yang tak sekaligus bisa bergabung. 
Waktu efektif hanya dua minggu, dimulai berlatih 31 November 2015, dan memainkan laga pertama 17 November melawan Persipura Jayapura di Gianyar. Hasilnya di laga itu tidak terlalu buruk, mereka hanya kalah lewat babak adu penalti dari Persipura. 
SIMAK JUGA
Raphael Maitimo: Semen Padang Bukan Lawan Mudah
Semen Padang Minta Kualitas Wasit Dibenahi
Prediksi Tabloid Lecut Motivasi Semen Padang
KESEJAHTERAAN DAN SPIRIT PEMAIN
Manajemen tim tahu persis, kunci dari kondusifnya satu tim adalah terpenuhi hak-hak dan kesejahteraan para pemain. Manajemen tim berfikir, tak akan ada hasilnya jika para pemain dibayar "ketengan" atau per pertandingan. Karena itu, khusus untuk turnamen ini pemain diberi jaminan, kontrak singkat selama tiga bulan untuk durasi November 2015-Januari 2016.

Dengan terjamin hak dan kesejahteraan, pemain tak perlu ragu untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya di lapangan. Bonus pun disiapkan sesuai hasil yang didapatkan di lapangan. Dengan begitu, satu masalah mendasar terlepaskan, dan para pemain pun siap berjibaku di lapangan, kompak, dan suasana yang kondusif dalam tim. 
NILMAIZAR DAN TIM PELATIH
Tak bisa dimungkiri, salah satu faktor sukses atau tidaknya sebuah tim dalam segi teknis, adalah tim pelatih. Nama Nilmaizar adalah jaminan mutu. Kualitas dan kapabilitasnya adalah sosok yang tepat menangani tim yang baru bangun dari tidur.
Nil orang yang paling paham Semen Padang itu apa dan bagaimana, dia tahu apa yang harus diperbuatnya, walau tim dalam kondisi apapun. Nil bukan hanya pelatih yang cerdas dalam sisi teknis dan strategi, tapi juga punya kompetensi lebih soal memotivasi dan menularkan spirit luar biasa pada pemainnya.

Walau dengan materi pemain yang biasa-biasa saja, dengan dibantu para asisten dan para personel di belakang tim yang juga punya kompetensi teruji, tim mampu disulapnya menjadi petarung-petarung andal di lapangan. 
"Ruh sebuah tim bukan terletak pada nama besar pemain, tapi adalah fighting spirit dan kebanggaaan menjaga seragam yang mereka pakai. Ingat ini hanya tim yang disiapkan sepuluh hari," ucap Nil. 
DUKUNGAN DAN HARAPAN FANS
Ketika Semen Padang "hidup" lagi, dan memastikan ikut turnamen PJS, adalah kabar gembira bagi fans tim dan publik Sumbar. Ibarat mendapat seteguk air di tengah padang tandus, itulah reaksi pertama publik kepada Semen Padang. 
Antusias besar publik dan fans, adalah penyemangat yang lain bagi tim untuk bertarung di turnamen ini. Bahkan fans pun tak ragu-ragu untuk langsung mendukung tim sampai ke Bali dan Solo, walau harus melewati perjalanan yang tak mudah dan sangat memiriskan.
Mereka tak terlalu mempedulikan hasil yang didapat tim, tapi kembalinya tim ini, jauh lebih membahagiakan dari sekadar hasil di sebuah turnamen. Tak heran, rasa respek pun ditunjukan tim untuk dukungan mereka. Mendatangi pojok-pojok tribun stadion yang dihuni segelintir suporter Semen Padang, adalah cara terbaik untuk menunjukkan rasa hormat dan terima kasih tim kepada fans.(gk-33) 

Read more at http://www.fourfourtwo.com/id/news/lima-faktor-yang-membuat-semen-padang-lolos-ke-semi-final-piala-jenderal-sudirman#DgsdMcTPMybVxj82.99
-


INDONESI - Empat tim telah memastikan diri melaju ke babak semifinal Piala Jenderal Sudirman 2015. Keempatnya lolos usai menempati posisi pemuncak klasemen dan runner up masing-masing grup.

Dari Grup D, Semen Padang memastikan satu tempat di babak semifinal sebagai pimpinan klasemen. Meski kalah dari Persija Jakarta lewat drama adu penalti, tim berjuluk Kabau Sirah itu tidak terbendung dengan koleksi 7 poin dari tiga pertandingan.

Tidak mudah bagi Semen Padang melaju ke babak semifinal. Pasalnya, Persija mampu memberikan perlawanan berarti di laga terakhir Grup D, Minggu (20/12/2015). Meski sempat tertinggal 0-2 hingga menit-menit akhir pertandingan, Persija yang mendapat dukungan dari Jakmania di Stadion Manahan Solo, mampu menyamakan skor lewat dua gol Emmanuel 'Pacho' Kenmogne.

Di babak adu penalti, Persija kembali unggul 4-3. Namun hasil ini gagal menjegal langkah Kabau Sirah yang telah mengemas 6 poin sebelum laga.

Satu tiket lainnya diraih oleh Mitra Kukar. Naga Mekes berada di posisi kedua Grup D usai mengalahkan PS TNI dengan skor 3-1, Minggu (20/12/2015). Tambahan tiga poin membuat Naga Mekes mengemas 6 poin. Sedangkan Persija berada di tempat ketiga dengan 5 poin.

Sementara itu, Arema Cronus dan Pusamania Borneo FC (PBFC) bakal mewakili grup E. Arema untuk sementara berada di urutan pertama dengan koleksi 6 poin dari dua pertandingan. Sedangkan PBFC berada di urutan kedua dengan lima poin.

Grup E sebenarnya masih menyisakan dua pertandingan lagi. Namun semuanya tidak berpengaruh lagi terhadap komposisi tim yang lolos ke babak semifinal. Pasalnya, dua tim terbawah yakni Persipura dan Surabaya United sudah mustahil mengejar poin dua tim teratas.

Saat ini Persipura baru mengemas 1 poin dari 2 laga, sedangkan Surabaya United masih 0. Di laga terakhir yang akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (21/12/2015), Singo Edan--julukan Arema-- akan berhadapan dengan Pusamania Borneo FC memperebutkan posisi juara grup. Sedangkan partai hiburan akan dimeriahkan duel Persipura melawan Surabaya United.

MALANG – Bentrok yang terjadi antara Bonek Surabaya dengan Aremania terjadi di Sragen Jawa Tengah, Sabtu 19 Desember 2015. Bentrok tersebut pun berujung dengan tewasnya dua supporter Aremania.
Insiden itu tak pelak menjadi perhatian dari berbagai kalangan termasuk Presiden, Joko Widodo (Jokowi). Namun, perhatian khusus ditunjukan oleh para Aremania. Bahkan salah satu dari mereka sampai mengirim surat kepada Jokowi untuk mengusut tuntas kasut tersebut.
Berikut surat terbuka dari Aremania bernama Nelly:
“Dengan Hormat,
Insiden penghadangan Aremania oleh supporter kesebelasan lain di Sragen, yang berakhir dengan jatuhnya korban meninggal dunia, harus benar-benar ditindak lanjuti secara hukum, jangan sebatas himbauan.
Selanjutnya harus benar-benar ada jaminan keamanan dan kenyamanan dalam pelaksanaan kegiatan olahraga yang paling digemari warga bangsa ini.
Selanjutnya insiden Sragen ini harus menjadi perhatian serius dari aparat keamanan dan pemerintah pusat, karena bila dibiarkan akan memunculkan ego sentris yang pada gilirannya memicu terjadinya disintegrasi bangsa.
Sebagai seorang ibu, saya sangat prihatin dengan situasi ini, dan sangat besar harapan saya kepada Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Kapolri Jendral Badrodin Haiti, untuk terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
Sebagai seorang ibu, saya butuh jaminan agar peristiwa memilukan ini tidak terjadi lagi, khususnya pada supporter sepakbola. Seperti kita ketahui, sepakbola tidak sekadar olahraga, tapi sekaligus hibura segar dan murah meriah yang sangat digemari.
Olahraga khususnya sepakbola, juga identik denga sportifitas, yang seharusnya bisa menjadi sarana pemersatu anak bangsa. Tapi kenapa yang terjadi justru sebaliknya?
Kenyataan ini sangat memperihatinkan. Untuk itu, kepada bapak-bapak, mohon kejadian Sragen ini benar-benar mendapat perhatian dan tindakan serius serta tegas.
Saya jadi bertanya pada diri sendiri, benar kah anak bangsa ini sedang sakit? Akhirnya, kami butuh solusi dan jaminan bukan himbauan. Semoga, segera ada solusi kongkret. Salam satu jiwa. Nelly, kota Malang."
-

SRAGEN - Dua suporter Arema Cronus Malang tewas dikeroyok pendukung Surabaya United di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (19/12/2015) dini hari WIB. Menurut Kepala Polres Sragen, AKBP Ari Wibowo, melalui Kasat Sabhara AKP Hartono, peristiwa kerusuhan dua suporter tersebut terjadi di SPBU Jatisumo Ngampal, Sragen dan bengkel batas kota Nglorok Sragen, Sabtu (19/12/2015) sekitar pukul 04.15 WIB.
Hartono menjelaskan, korban meninggal dari suporter Aremania Malang, yakni Eko Prasetyo, 30 tahun (sebelumnya diberitakan 28 tahun) warga RT 19/04 Pandesari Batu Malang dan sopir Suzuki Carry, Slamet warga Malang. Kedua korban ini kini masih di RSU Sragen, mengutip dari Antara, Sabtu (19/12/2015).
Ia mengemukakan rombongan suporter Arema Malang sebanyak 34 orang menumpang bus pariwisata dari Malang menuju Sleman, Yogyakarta yang hendak mendukung timnya berlaga di babak delapan besar Piala Jenderal Sudirman. Kebetulan rombongan suporter Surabaya juga melintas dengan menumpang empat truk.
Rombongan pendukung Surabaya tersebut kemudian turun dari kendaraannya dan langsung menyerang Aremania yang menyebabkan dua korban meninggal akibat dikeroyok.
Polisi lalu bergerak cepat mengamankan situasi dan menangkap sekitar 500 orang untuk diinvestigasi.
"Kami kini mengamankan sebanyak 500 suporter Surabaya untuk diperiksa di Polres Sragen. Kami periksa satu per satu suporter untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata AKP Hartono.